Pengertian Entrepreneurship
Istilah "Entrepreneurship" diperkenalkan pertama kali oleh Richard Cantillon, seorang ekonom irlandia yang berdiam di Perancis pada abad ke-18. Entrepreneurship atau dalam bahasa Indonesia adalah Kewirausahaan berawal dari bahasa Perancis yaitu "Entreprende" yang artinya berusaha, kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi "Entrepreneur".
Menurut Edvarson tahun 1994, Entrepreneurship adalah Perilaku dan tindakan pemikiran strategis dan berani mengambil resiko yang akan memberikan hasil peluang bagi individu dan organisasi.
Sedangkan Kewirausahaan pengertian menurut Suherman, berasal dari kata "Wira" dan "Usaha" yang artinya antara lain:
Wira berarti gagah, berani, utama dan teladan
Usaha berarti kegiatan untuk mendapatkan keadaan yang lebih baik dengan berani mengambil resiko.
Sehingga dari gabugan kata tersebut dapat disimpulkan bahwa Wirausaha adalah seseorang yang berani untuk melakukan suatu kegiatan dengan berfikir strategis dan berani mengambil resiko untuk mendapatkan keadaan yang lebih baik.
Intrapreneurship adalah tindakan seorang entrepreneur yang diaplikasikan di perusahaan tempat ia bekerja.
Ciri-ciri seorang Entrepreneur
Ciri-ciri seorang Entrepreneur menurut Advardson 1994 adalah :
Memiliki sikap atau ketetapan hati
Bersemangat tinggi
Memiliki motivasi untuk mencapai prestasi yang tinggi
Dapat memahami perbedaan pendapat
Percaya diri yang tinggi
Berorientasi pada tindakan
Keunggulan dan Kelemahan menjadi Entrepreneur
Keunggulan menjadi seorang Entrepreneur antara lain:
Waktu kerja fleksibel
Menghasilkan pendapatan sendiri
Meraih keuntungan dan penghasilan terserah anda sesuai dengan kerja keras yang dilakukan
Membuka kesempatan lapangan kerja baru
Ilmu dan wawasan menjadi bertambah
Melatih karakter kepemimpinan yang dimiliki
Memperluas rekanan atau kenalan (Networking/Link)
Pekerjaan sesuai dengan minat dan hobi
Sedangkan Kelemahan menjadi seorang Entrepreneur antara lain:
Memperoleh pendapatan yang tidak pasti
Tanggung jawab dan resiko ditanggung sendiri
BIDANG USAHA
Bidang usaha dikelompokkan menjadi 5, yaitu :
Bidang Ekstraktif
Bidang usaha produksi yang kegiatan mengambil langsung dari alam seperti Pertambangan, Penggalian, dll
Bidang Agraris
Bidang usaha yang kegiatannya mengolah hasil alam, seperti; Pertanian, Perkebunan, Peternakan, dll
Bidang Industri
Bidang usaha yang kegiatan usahanya mengubah bahan baku menjadi barang jadi atau menambah nilai guna suatu barang, seperti: usaha konveksi, Pabrik susu, pabrik keju, dll
Bidang Perdagangan
Bidang usaha yang kegiatan usahanya membeli barang lalu menjualnya lagi tanpa mengubah bentuk barang tersebut
Bidang Jasa
Bidang usaha yang kegaitan usahanya dengan menggunakan keahlian jasa untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan, seperti: Akuntan, Pengacara, Biro Perjalanan, dll
USAHA KECIL DAN MIKRO
Pengertian UKM
Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam UU No. 20 Th 2008 tentang UMKM.
Contoh: pengrajin industri makanan, pedagang di pasar grosir, agen, peternak, pemilik koperasi usaha kecil, dll
Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan atau badan usaha perorangan yang memnuhi kriteria Usaha Mikro sebagimana diatur dalam UU No. 20 Th 2008 tentang UMKM.
Contoh: pedagang kaki lima, ojek, konveksi, bengkel, industri makanan dalam skala kecil, salon, penjahit, dll
Berikut perbedaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil, antara lain:
USAHA MIKRO USAHA KECIL
Kriteria menurut UU No. 20 th 2008
Kekayaan bersih paling banyak Rp 50jt belum termasuk tanah dan bangunan Kekayaan bersih > Rp 50jt dan paling banyak Rp 500jt belum termasuk tanah dan bangunan
Hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300jt Hasil penjualan tahunan > Rp 300jt dan paling banyak Rp 2,5 Milyar
Kriteria Umum
Komoditi usahanya tidak selalu tetap, sewaktu-waktu dapat berganti Komoditi usahanya umumya sudah tetap dan tidak mudah berubah
Tempat usaha tidak menetap, sewaktu-waktu dapat pindah Tempat usaha umumnya sudah menetap dan tidak berpindah-pindah
umumnya melakukan administrasi keuangan sederhana sekalipun, dan tidak memisahkan antara keuangan keluarga dan usaha Umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walaupun sederhana, dan telah memisahkan keuangan keluarga dengan usaha
Umumnya tidak memiliki izin usaha atau legalitas lainnya Sudah memiliki izin usaha dan legalitas lainnya
Umumnya Pengusaha belum memiliki jiwa wirausaha yang memadai Umumnya pengusaha sudah pernah memiliki pengalaman berwirausaha
Umumnya belum akses perbankan namun sebagian sudah akses ke lembaga keuangan non bank Sebagian sudah akses ke perbankan dalam urusan modal
Peranan UKM
Peranan UKM dalam perekonomian di Indonesia yaitu menjadi salah satu roda perkeonomian kelas menengah ke bawah yang relatif lebih kokoh dibandingkan dengan konglomerasi atau usaha-usaha besar.
FRANCHISE
Pengertian Franchise
Franchise berasal dari bahasa Latin yaitu "Francorum rex" yang artinya bebas dari ikatan. Sedangkan dalam Franchise dalam bahasa Indonesia disebut waralaba yaitu sebuah metode dalam sistem distribusi barang atau jasa. Dalam sistem franchise ini paling sedikit ada dua pihak yang terlibat yaitu:
Franchisor (Pewaralaba), yaitu pihak yang menjual atu meminjamkan hak dagangnya, atau merk dagannya serta sebuah sistem bisnis untuk menjalankan bisnis tersebut.
Franchisee (Terwaralaba), yaitu pihak yang membayar royalti dan biaya lainnya yang dipersyaratkan oleh franchisor untuk dapat menggunakan merk dagannya serta sitem bisnis yang dirancang oleh franchisor.
Secara teknis, kontrak kerja antara franchisor dan franchisee inilah yang disebut franchise, tetapi kini kata franchise lebih sering dianalogikan sebagai cara dari franchisee menjalankan bisnisnya.
Dalam metode bisnis franchise, franchisor mempersiapkan rencana lengkap tentang bagaimana cara mengatur dan menjalankan bisnis bagi franchisee.
Keunggulan dan Kelemahan Franchise
Keunggulan dalam bisnis Franchise, antara lain:
Pembukaan bisnis waktunya relatif singkat
Sistem sudah tersedia
Adanya pelatihan
Mudah dikenal karena menumpang nama besar Franchisor
Resiko kegagalan relatif kecil
Sarana pelatihan sebelum nantinya membuka usaha sendiri
Sedangkan kelemahan bisnis Franchise, antara lain:
Harus membayar Franchise fee
Harus membayar royalty fee
Tidak bebas dengan kata lain semua menu dan cara menjual diatur oleh pihak Franchisor
Selalu diawasi oleh pihak Franchisor
PROMOSI
Pengertian Promosi
Promosi adalah setiap aktifitas yang meliputi alat-alat dalam kombinasi pemasaran yang peranan utamannya adalah untuk mengadakan komunikasi mengenai produk/barang atau jasa dari penjual kepada pembeli potensial yang sifatnya memberitahukan, membujuk dan mempengaruhi dengan tujuan akhir adalah membeli barang atau jasa tersebut.
Tujuan dan Manfaat Promosi
Tujuan promosi sebagai efek dari komunikasi, yaitu:
Category Need, menumbuhkan persepsi pelanggan terhadap suatu kebutuhan
Brand Awareness, memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang suatu produk kepada konsumen
Brand Attitude, mendorong pemilihan terhadap suatu produk
Brand Purchase Intention, membujuk pelanggan untuk membeli suatu produk
Purchase Facilitation, mengimbangi kelemahan dari bauran pemasaran lain yaitu Product, Price dan Place
Positioning, menanamkan citra produk dan perusahaan
Manfaat promosi bagi perusahaan, yaitu:
Loyality Customer, menjaga konsumen tidak lari ke pesaing
Media Komunikasi, menyampaikan info produk dan membangun komunikasi dari penjual ke pembeli
Membangun Merek, membuat konsumen selalu ingat dengan brand produk yang dijual
Meningkatkan penjualan, tujuan akhir yang dicapai dari promosi adalah meningkatnya jumlah penjualan secara otomotis keuntungan perusahaan pun akan meningkat
Trial and Repeat Buying, meningkatkan pembeli baru dan mempertahankan pembeli yang lama
Media Promosi
Media penyampai promosi diantaranya:
Advertising, dilakukan melalui iklan baik lewat media sosial, media cetak, maupun elektronik
Personal Selling, dilakukan secara langsung oleh penjual ke konsumen
Sales Promotion, dilakukan melalui potongan-potongan harga, bonus atas pembelian barang maupun promosi lainnya
Public Relation, dilakukan dengan membangun komunikasi yang baik dengan konsumen
PERHITUNGAN KEUANGAN
Biaya Produksi
Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan beban-beban mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang dirpoduksikan oleh perusahaan tersebut.
Biaya Tetap (Fix Cost)
Biaya yang sifatnya statis artinya tetap, maksudnya biaya ini dikeluarkan dengan jumlah yang tetap dan tidak dipengaruhi oleh kuantitas barang.
Biaya Variabel (Variable Cost)
Biaya yang sifatnya dinamis artinya berubah, maksudnya biaya ini dikeluarkan dengan jumlah yang selalu berubah-ubah yang dipengaruhi oleh kuantitas barang.
Break Even Point
Sebuah titik dimana biaya atau pengeluaran dan pendapatan adalah seimbang sehingga tidak terdapat kerugian atau keuntungan.
Cara Perhitungan :
BEP => TC = TR
BEP => FC + VC = Q X P
Harga Pokok Produksi
disingkat HP Prod. (Cost of Goods Manufactured) disingkat COGM adalah pembebanan atau pengalokasian seluruh biaya yang timbul untuk menghasilkan produk perusahaan.
Cara Perhitungan :
Produksi
Pemakaian Bahan Baku :
Biaya ....... Rp xxxx
Biaya ....... Rp xxxx
Biaya ........ Rp xxxx
Total Pemakaian Bahan Baku Rp xxxx
Biaya Upah Rp xxxx
Biaya Lainnya Rp xxxx
Total HP. Produk Rp xxxx
Jumlah Produk yang dihasilkan xxxx pcs
HP. Produk per satuan : (Total Harga Pokok Produk)/(Jumlah Produk yang dihasilkan)
Reseller
Pembelian Barang Dagang Rp xxxx
Biaya Upah Rp xxxx
Biaya Lainnya Rp xxxx
Total HP. Produk Rp xxxx
Jumlah Produk yang dihasilkan xxxx pcs
HP. Produk per satuan : (Total Harga Pokok Produk)/(Jumlah Produk yang dihasilkan)
Laporan Laba Rugi
Adalah salah satu laporan keuangan yang menyajikan data mengenai informasi penjualan, biaya-biaya yang mengurangi penjualan baik itu biaya produksi maupun biaya pemasaran/penjualan dan hasil Laba atau rugi yang dihasilkan.
Cara perhitungan :
Penjualan Rp xxxx
Biaya Produksi ( Rp xxxx )
Laba Kotor/Rugi Kotor Rp xxxx
Biaya lainnya ( Rp xxxx )
Laba bersih/ Rugi Bersih Rp xxxx
Laporan Perubahan Modal
Adalah salah satu laporan keuangan yang menyajikan data mengenai informasi perubahan pada modal dalam waktu satu periode tertentu baik dengan adanya penambahan atau pengurangan terhadap modal.
Cara perhitungan :
Modal Awal Rp xxxx
Laba Rp xxxx
Prive ( Rp xxxx )
Modal Akhir Rp xxxx
Tidak ada komentar :
Posting Komentar